PERUSAHAAN OBAT
Membaca wawancara dengan H. Azwir Ibnu Aziz, Direktur Utama PT Infar Aripharma, Industri Farmasi di Medan berjudul Asing Menguasai Industri Farmasi di majalah Al-Wa’ie No.93 Tahun VIII, 1-31 Mei 2008, ada data memprihatinkan. Untuk menyalurkan sedikit energi panas, saya kirim pesan singkat ke dua teman mahasiswa dan mahasiswi Farmasi UAD dan seorang mahasiswi kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Teks sms yang berupa singkatan sengaja diubah, tanda baca disesuaikan untuk lebih nyaman dibaca)
Pesan pertama ditujukan ke Robitah Alami, mahasiswa Farmasi UAD angkatan 2004 yang sekarang masih menjabat sekretaris bidang Dakwah PC IMM Djazman Al-Kindi Jogjakarta.
Bang, saya dapat data industri farmasi 280 perusahaan. 80% adalah penanam modal dalam negeri, dan industri kecil & menengah. 80% kapital & pasar dikuasai 20 perusahaan milik asing.
27/05/08
Pesan dengan isi kurang lebih sama saya kirim ke Ihda Himatun, ketua komisariat IMM FAI UAD serta seorang kawan yang tak mau disebut namanya, mahasiswi kedokteran UIN Syahid. Respon dari Ihda:
Ini shofhi ya? hapeQ tukeran jadi ada beberapa nomer di HP
Kamu mau aku tanggapi apa? Bangsa ini sudah gak punya apa2 kecuali hutang
Apapun yang dilakukan a.n. rakyat kecil
G blh nyerah!
09:07
Sedangkan Che –demikian mahasiswi UIN Jakarta yang anak Indramayu itu senang dipanggil, entah sejak kapan- langsung menelpon beberapa menit setelah pesan dikirim. Dia tidak komentar apa-apa, tetapi berterima kasih atas infonya. Dia merasa kurang info tentang itu, padahal itu penting baginya.
Yang menarik adalah info tambahan dari bang Robi:
Iya bos. Api bentar lagi yang namanya Kimia Farma perusahaan farmasi BUMN yang jelas-jelas surplus bagi negara mau dijual ke asing, nasibnya kayak Krakatau Steal.
27/05/08
Info ini saya forward ke Ihda dan saya bacakan untuk Che. Dan ini jawaban saya untuk bang Robi:
Sip!
Berarti memang kita harus lebih serius & cerdas membunuh KAPTALISME-SEKULARISME. Ayo, terus bergerak!
27/05/08

Recent Comments